
PT Rifan Financindo Berjangka – Saham teknologi dan semikonduktor mendorong indeks Nikkei 225 naik tajam pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Nikkei kembali menembus level 65.000 saat penutupan.
Nikkei 225 berakhir di 65.018,95. Angka tersebut naik 882,70 poin atau 1,38% dari sesi sebelumnya. Indeks juga mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut.
Kenaikan tersebut banyak ditopang saham semikonduktor. Advantest, Tokyo Electron, dan Kioxia menjadi beberapa saham yang memberikan dorongan besar terhadap Nikkei.
Saham Semikonduktor Jadi Penggerak Utama
Saham Advantest mencatat kontribusi terbesar terhadap kenaikan Nikkei. Tokyo Electron dan Kioxia juga ikut mengangkat indeks.
Advantest memberikan kontribusi sekitar 436,86 poin kepada Nikkei. Tokyo Electron menyumbang sekitar 215,21 poin. Kioxia menambah sekitar 110,05 poin.
Pergerakan tersebut menunjukkan kuatnya minat investor terhadap saham yang berkaitan dengan AI dan semikonduktor. Sentimen tersebut juga mendapat dukungan dari kenaikan saham teknologi Amerika Serikat pada sesi sebelumnya.
Indeks SOX, yang mencerminkan saham-saham semikonduktor di Amerika Serikat, juga menguat 3,14%. NVIDIA naik 2,54%, sedangkan Micron meningkat 5,50%. Kondisi tersebut membantu meningkatkan minat beli terhadap saham chip di Jepang.
Nikkei Kembali Melewati Level 65.000
Nikkei sempat bergerak di bawah level 65.000 pada awal perdagangan. Namun, pembelian saham teknologi membuat indeks terus menguat.
Indeks mencapai level tertinggi harian 65.436,57. Nikkei kemudian melemah dari titik tersebut karena aksi ambil untung. Meski begitu, indeks tetap mampu bertahan di atas 65.000 ketika perdagangan berakhir.
Level 65.000 menjadi perhatian pasar karena merupakan angka psikologis penting. Penutupan di atas level tersebut menandai kembalinya Nikkei ke area itu setelah sebelumnya berada di bawahnya selama beberapa sesi.
Keputusan Bank of Japan Ikut Memengaruhi Pasar
Bank of Japan atau BOJ menaikkan suku bunga acuannya pada 18 September. Suku bunga naik dari 1% menjadi 1,25%.
Keputusan tersebut disetujui dengan suara 7-2. Kenaikan suku bunga sebenarnya sudah menjadi perhatian investor sebelum keputusan diumumkan.
Pergerakan yen justru menjadi salah satu faktor penting setelah keputusan BOJ. Yen melemah terhadap dolar dan pasangan dolar-yen bergerak menuju area 157 yen per dolar.
Pelemahan yen dapat mendukung saham perusahaan Jepang yang memiliki pendapatan besar dari luar negeri. Nilai pendapatan tersebut dapat meningkat ketika dikonversi kembali ke yen.
Kenaikan Nikkei Tidak Terjadi di Semua Saham
Meskipun Nikkei naik 1,38%, kenaikan pasar tidak terjadi secara merata. Dari 225 saham yang masuk dalam Nikkei, hanya 63 saham yang naik.
Sebanyak 161 saham justru turun. Satu saham lainnya tidak berubah. Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan indeks banyak dipengaruhi sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor semikonduktor.
TOPIX juga memberikan gambaran berbeda. Indeks tersebut turun 3,05 poin atau 0,07% menjadi 4.091,14. Perbedaan antara Nikkei dan TOPIX menunjukkan bahwa penguatan pada hari itu cukup terkonsentrasi.
Saham AI dan Chip Tetap Menjadi Perhatian
Pergerakan saham AI dan semikonduktor menjadi tema utama di pasar Jepang. Investor merespons kenaikan saham chip global dengan membeli sejumlah saham terkait di Tokyo.
Advantest menjadi salah satu saham yang paling menonjol. Tokyo Electron dan Kioxia juga ikut mendapatkan aliran pembelian yang kuat. Saham-saham tersebut kemudian memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan Nikkei.
Kondisi ini membuat kenaikan Nikkei pada 18 September memiliki karakter yang berbeda dari reli pasar yang terjadi secara luas. Indeks memang naik tajam, tetapi sebagian besar saham Nikkei justru berakhir melemah.
Dengan demikian, saham semikonduktor menjadi faktor penting di balik keberhasilan Nikkei menutup perdagangan di atas 65.000.
PT Rifan Financindo Berjangka – Glh
Sumber : NewsMaker
