Hang Seng Menguat, Rally Saham AI Angkat Bursa Hong Kong

PT Rifan Financindo Berjangka – Indeks Hang Seng menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif setelah saham teknologi global kembali bergerak naik. Saham teknologi dan kecerdasan buatan atau AI menjadi penggerak utama pasar Hong Kong. Investor kembali memburu aset berisiko setelah Wall Street menutup perdagangan sebelumnya dengan kenaikan. Optimisme terhadap perkembangan AI masih menjadi perhatian pasar. Namun, imbal hasil atau yield Treasury AS yang tetap tinggi masih menjadi risiko bagi investor. Harga Minyak Turun, Sentimen Pasar Membaik Penurunan harga minyak ikut membantu pasar saham Hong Kong. Harga minyak Brent berada di sekitar US$100 per barel setelah sebelumnya turun hampir 2%. Pelemahan harga minyak terjadi ketika ekspor dari kawasan Timur Tengah mulai meningkat. Negara-negara G7 juga berencana menambah pasokan minyak melalui pelepasan cadangan strategis. Harga energi yang lebih rendah memberikan sedikit ruang bagi investor. Mereka melihat risiko kenaikan inflasi mulai berkurang sehingga minat terhadap aset berisiko kembali tumbuh. Saham Teknologi Pimpin Penguatan Sektor teknologi menjadi sumber utama kenaikan Hang Seng. Saham yang berkaitan dengan AI juga mencatat pergerakan yang cukup kuat. Z.AI naik 7,8%. Tencent menguat 1%, sedangkan Genscript Biotech melonjak 5,5%. MiniMax ikut naik 4,3%. Wuxi Biologics juga mencatat kenaikan sebesar 3,3%. Kinerja tersebut menunjukkan minat investor terhadap teknologi masih besar. Perusahaan AI dan bioteknologi kembali mendapat perhatian setelah saham AI menjadi salah satu pendorong Wall Street. Aktivitas Perdagangan Masih Terbatas Perdagangan saham Hong Kong belum berlangsung dengan volume penuh. Bursa China daratan masih tutup karena libur National Day. Kondisi tersebut membuat aktivitas transaksi di Hong Kong belum sepenuhnya menunjukkan pandangan investor China secara keseluruhan. Investor masih menunggu pasar China daratan kembali dibuka. Situasi tersebut juga membuat pergerakan saham Hong Kong perlu dilihat dengan hati-hati. Sentimen positif memang terlihat, tetapi volume perdagangan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. HSBC Menjadi Perhatian HSBC juga mendapat sorotan dalam perdagangan tersebut. Otoritas moneter Hong Kong mempertanyakan keputusan bank itu yang memilih Singapura sebagai lokasi pusat AI global. Pilihan tersebut menimbulkan perhatian karena Hong Kong sedang berusaha memperkuat posisi sebagai pusat teknologi dan keuangan. Persaingan dengan Singapura menjadi salah satu isu yang ikut diperhatikan pasar. Prospek Hang Seng Kenaikan saham teknologi memberikan dukungan bagi Hang Seng. Rally AI di pasar global juga membantu menjaga minat investor terhadap saham Hong Kong. Namun, beberapa risiko masih membayangi pasar. Yield Treasury AS yang tinggi dapat membatasi ruang kenaikan saham, sementara pergerakan harga minyak tetap menjadi perhatian. Investor juga akan mencermati pembukaan kembali pasar China daratan. Arus transaksi setelah libur National Day dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah sentimen investor. Untuk sementara, saham teknologi dan AI masih menjadi motor penguatan Hang Seng. Jika minat terhadap sektor tersebut tetap kuat, indeks Hong Kong berpeluang mempertahankan tren positif.

PT Rifan Financindo Berjangka –  Glh

Sumber : NewsMaker