
PT Rifan Financindo Berjangka – Pasangan GBP/USD saat ini berkonsolidasi di sekitar level 1,31, mencerminkan ketidakpastian yang signifikan di pasar menjelang keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (AS) maupun Bank of England (BoE).Sentimen ini diperparah oleh campur aduk faktor fundamental: proyeksi pemangkasan suku bunga dari The Fed, risiko fiskal dari Inggris, serta tekanan makro global.Dalam konteks ini, para pelaku pasar menahan posisi besar karena potensi breakout (baik ke atas maupun ke bawah) tergantung pada nada kedua bank sentral.
Sentimen Makro-fundamental: Apa yang Menahan Pound
1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga oleh The Fed
- Pasar masih mempertimbangkan skenario pemotongan suku bunga The Fed, namun tidak semua pelaku pasar yakin pemangkasan akan agresif.
- Ketidakpastian prospek suku bunga Fed ini memberi tekanan pada Dolar AS, tetapi juga membuat trader menanti data baru sebelum memasang taruhan besar.
- Jika The Fed bertindak dovish, itu bisa melemahkan USD dan mendorong penguatan GBP/USD — tetapi jika pemangkasan terlalu lambat, dorongan itu bisa terbatas.
2. Sinyal Kebijakan dari Bank of England
- Dari sisi Inggris, BoE diperkirakan menahan suku bunga di level tertentu, namun pasar mulai mencemaskan pemangkasan di masa depan.
- Data inflasi Inggris yang tetap kuat (“inflasi inti” tetap pada level tinggi) memberi alasan bagi BoE untuk berhati-hati.
- Namun, beban fiskal Inggris (termasuk potensi kenaikan pajak) juga membuat investor mempertanyakan seberapa jauh Bank of England bisa mempertahankan sikap hawkish dalam jangka panjang.
3. Proyeksi Ekonomi Inggris yang Melemah
- Laporan dari FastBull menyebut bahwa pasar tenaga kerja Inggris mulai menunjukkan pelemahan, upah mungkin melambat, yang bisa menekan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.
- Jika pertumbuhan melambat, BoE mungkin terpaksa untuk memangkas suku bunga lebih agresif daripada yang diperkirakan pasar kini — ini menjadi risiko utama bagi Pound.
4. Aliran Modal dan Risiko Global
- Ketidakpastian global (misalnya dari kebijakan perdagangan, geopolitik) mendorong investor mempertimbangkan aset safe-haven, yang kadang mendukung Dolar.
- Sementara itu, jika arus risiko meningkat (risk-on), GBP bisa mendapat aliran masuk, tetapi hal ini tergantung pada keputusan besar dari kedua bank sentral.
Analisis Teknikal: Struktur Harga GBP/USD di Area Kritis
Berdasarkan analisis teknikal dari pasar terkini:
- Menurut ForexMart, grafik bulanan menunjukkan potensi tren menurun. Harga GBP/USD kemungkinan menuju 1,2900 sebagai target jangka menengah bila tekanan terus berlanjut.
- Dari sudut pandang intraday, FX.co memperkirakan resistance kuat berada di 1,3110–1,3139, dan penembusan di atas level ini bisa membuka potensi penguatan menuju 1,3186.
- Namun, jika GBP/USD gagal menahan support di bawah 1,3110, maka risiko koreksi lebih dalam cukup besar.
Risiko & Pemicu Potensial ke Depan
Risiko Turun (Bearish)
- Pemangkasan lebih agresif BoE
Jika BoE lebih dovish dari ekspektasi, Pound bisa tertekan. - Kenaikan suku bunga The Fed
Bila pasar menilai The Fed lebih hawkish, Dolar AS bisa rebound tajam. - Perlambatan Ekonomi Inggris
Data makro Inggris yang mengecewakan dapat memperkuat narasi pelemahan GBP.
Pemicu Potensi Naik (Bullish)
- Fed Cut yang Dipandang Ringan
Jika The Fed memang pangkas, tapi dipandang “belum cukup”, aliran modal bisa kembali ke GB-assets. - BoE Menahan untuk Lebih Lama
Jika BoE tidak segera memangkas suku bunga dan menunjukkan hawkishness, ini bisa mendukung GBP. - Data Ekonomi Inggris Positif
Inflasi atau laporan ekonomi lain yang kuat bisa memberi ruang bagi apresiasi sterling.
Kesimpulan Outlook GBP/USD
- Posisi GBP/USD di sekitar 1,31 kini merupakan zona jenuh sentimen — pasar menunggu katalis besar dari Fed dan BoE.
- Dari segi fundamental, prospek pemangkasan suku bunga yang divergen antara AS dan Inggris menciptakan ketegangan: Pound bisa mendapat dukungan dari pemangkasan Fed, tetapi risiko dari BoE sangat nyata.
- Secara teknikal, konsolidasi dalam rentang 1,3110–1,3139 sangat mungkin, dengan potensi breakout bergantung pada keputusan moneter dan data ekonomi.
- Untuk trader dan investor, penting memantau: notulensi rapat Fed / BoE, proyeksi dot-plot, data inflasi dan tenaga kerja Inggris, serta sentimen global.
