PT Rifan Financindo Berjangka -Harga emas global menunjukkan stabilitas yang menonjol belakangan ini, tetapi di balik tenangnya pasar logam mulia, terdapat kegelisahan tersirat karena banyak pelaku pasar menanti langkah kebijakan dari The Fed. Untuk memahami dinamika ini, kita perlu menelisik faktor-faktor pendorong sentimen, ekspektasi suku bunga, hingga implikasi jangka menengah bagi emas sebagai aset safe haven.
1. Latar Belakang: Mengapa Emas “Tenang” Sekaligus Membuat Pasar Cemas
- Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) ketika risiko global meningkat. Di sisi lain, kebijakan moneter The Fed sangat berpengaruh karena suku bunga dan likuiditas memengaruhi biaya peluang memegang emas.
- Pasar saat ini menghadapi dualisme: di satu sisi, harapan pemangkasan suku bunga (rate cut) The Fed mendukung emas. Di sisi lain, keputusan The Fed yang “hati-hati” atau tak memberi sinyal jelas bisa memicu tekanan.
- Karena itu, meskipun pergerakan harga emas tampak stabil, latar di baliknya penuh ketidakpastian — inilah yang membuat pasar cemas.
2. Ekspektasi Kebijakan The Fed dan Dampaknya ke Emas
2.1 Posisi Suku Bunga Saat Ini
- The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25%–4,50%. (Investing.com Indonesia)
- Menurut laporan pasar keuangan global, proyeksi The Fed sangat berhati-hati dalam melanjutkan pemangkasan suku bunga.
- Laporan dot plot FOMC menunjukkan sebagian pejabat memperkirakan hanya dua pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. (Bisnis Market)
2.2 Spekulasi Rate Cut dan Reaksi Emas
- Pasar terus mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, dan harapan ini menjadi salah satu katalis penguatan emas. (Investing.com Indonesia)
- Ketika The Fed secara eksplisit “menahan” suku bunga tanpa memberikan panduan kuat pemangkasan, emas justru bisa tertekan. Itu terjadi misalnya ketika pasar berharap potongan lebih agresif tetapi sinyal dari The Fed mengecewakan. (Investing.com Indonesia)
- Sebaliknya, saat ekspektasi pemangkasan semakin kuat (misalnya karena data ekonomi AS melemah), emas mendapatkan dorongan positif. (Investing.com Indonesia)
2.3 Risiko Kebijakan The Fed “Hawkish”
- Ada pejabat The Fed yang memperingatkan agar penurunan suku bunga tidak terlalu agresif, karena risiko inflasi atau stabilitas keuangan. (IKPI)
- Sinyal hawkish tersebut bisa mengecewakan investor emas yang mengharapkan pemangkasan lebih besar, sehingga mendorong aksi jual. Hal semacam ini pernah terjadi ketika pasar menafsirkan proyeksi kebijakan sebagai lebih konservatif. (Bisnis Market)
3. Sentimen Makro dan Geopolitik: Pendukung Emas Saat Ini
- Ketidakpastian global, seperti ketegangan geopolitik, tetap menjadi pendorong safe-haven untuk emas. (Investing.com Indonesia)
- Selain itu, tekanan terhadap utang AS dan prospek pemangkasan suku bunga memberi dukungan tambahan. (Investing.com Indonesia)
- Namun, ketika sentimen risiko global mereda (misalnya meredanya ketegangan dagang atau geopolitik), peran emas sebagai lindung nilai bisa melemah, yang kemudian menekan harga. (Bisnis Market)
4. Proyeksi Harga Emas: Antara Peluang dan Risiko
Berdasarkan analisis tren dan ekspektasi pasar:
| Faktor | Risiko | Peluang |
|---|---|---|
| Kebijakan The Fed | Jika pemangkasan suku bunga lebih sedikit dari ekspektasi → tekanan turun | Ekspektasi pemangkasan lebih agresif → dorongan kenaikan emas |
| Data Ekonomi AS | Data kuat → suku bunga bertahan tinggi → biaya peluang emas meningkat | Data lemah → memberi ruang pemangkasan → dukungan emas |
| Geopolitik & Ketidakpastian | Mereda → safe haven kurang diminati | Meningkat → emas sebagai lindung nilai makin disukai |
| Arus Modal Internasional | Kapital mengalir ke aset berisiko → melemahkan emas | Aliran ke aset aman → mendongkrak permintaan emas |
Beberapa analis juga mempertimbangkan bahwa tekanan jual jangka pendek saat The Fed memberikan sinyal tidak tegas hanya bersifat sementara. Ramalan jangka menengah tetap optimistis terhadap emas karena potensi pemangkasan lanjutan dan aliran dana safe haven. (Bisnis Market)
Sementara itu, pada Oktober 2025, pengaruh pemangkasan suku bunga bahkan memicu kenaikan emas kembali ke atas USD 4.000 per ons menurut laporan Treasury. (Treasury)
Sumber : NewsMaker

